Pelaku sms santet “telah” ditangkap
12 Mei, 2008 oleh arinet
erita asahan ( asahannews )
Terkait dengan isu layar merah dan sms berantai yang menyebabkan kegelisahan di masyarakat dan di Indonesia umumnya mendapatkan tanggapan serius dari aparat pemerintahan.Kita berharap secepatnya penyebar isu tertangkap.Dengan hadirnya berita ini kita harapkan masyarakat tidak resah dan tidak gelisah menerima sms yang masuk ke hp dan jangan melakukan pengiriman ulang apabila sms tersebut menyangkut permintaan pengiriman ulang ke nomor lain.Biasanya sms tersebut meminta untuk dikirimkan ulang ke yang lain.
Polda Sumut Selidiki Penyebar SMS yang Resahkan Masyarakat
MUI Serukan Umat Tak Terpengaruh “SMS Merah”
Medan, (Analisa)
Kapolda Sumut Irjen Pol Nurudin Usman melalui Kabid Humas, AKBP Drs Baharudin Djafar menegaskan, pihaknya terus menyelidiki pelaku-pelaku yang menyebarkan/mengirimkan SMS yang meresahkan masyarakat karena isinya dapat membunuh atau menyakiti si penerimanya.
“Si pengirim SMS atau pesan singkat yang meresahkan itu bisa dijerat pidana (KUHP) dan Undang-undang Informatika, tentang perbuatan meresahkan masyarakat,” tegas Baharuddin di ruang kerjanya, Jumat (9/5) menjawab pertanyaan banyaknya beredar isu tentang SMS atau pesan singkat berwarna merah yang dapat membunuh atau menimbulkan penyakit bagi seseorang.
“Berdasarkan penyelidikan personil polisi di lapangan, SMS tersebut hanya isu. Pelakunya bisa dijerat UU Informatika dan KUHP. Sampai saat ini, asal si penyebar SMS tersebut masih diselidiki secara intensif,” jelas Baharudin.
SMS yang kini tengah menghantui masyarakat, karena menurut rumor bisa membunuh, tidak benar dan hanya isu bertujuan merusak iman umat beragama.
“Tidak benar dan itu hanya isu. SMS yang katanya bisa membuat orang yang menerimanya meninggal itu bertujuan merusak iman. Kapolda Sumut juga mengimbau masyarakat Sumut khususnya, dan Indonesia umumnya supaya jangan mempercayai SMS tersebut.
Beri Arahan
Kapolda Sumut juga meminta kepada MUI, pendeta dan pemuka-pemuka agama lain tidak menanggapi SMS tersebut, dan segera memberi arahan serta bimbingan yang intinya masyarakat tidak mempercayainya.
Apalagi, Polda Sumut telah mengkonfirmasi langsung kepada masing-masing operator selular. Operator pusat juga sudah dikonfirmasi dan menyatakan, SMS tersebut tidak ada atau tidak benar sama sekali.
Menurut Baharudin, munculnya isu tentang adanya SMS itu untuk merusak iman umat beragama mengakibatkan masyarakat terombang-ambing, tidak yakin dengan kepercayaan yang dianutnya.
Disinggung kemungkinan SMS tersebut berkaitan dengan rencana pemerintah yang akan menaikkan harga BBM dalam waktu dekat, Baharuddin memastikan, tidak memiliki kaitan sama sekali.
Yang pasti, katanya, masyarakat diminta mempertebal iman agar tidak mudah terpengaruh isu-isu meresahkan.
Seruan MUI
Sementara itu Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumut dan Medan menyerukan kepada umat Islam maupun masyarakat luas, untuk tidak terpengaruh dengan keberadaan “SMS Merah,” karena urusan sakit ataupun mati adalah hak mutlak Allah SWT.
Umat tidak perlu terpengaruh dengan informasi tersebut, karena justru akan menakibatkan pendangkalan akidah kita kepada Tuhan YME.
Demikian disampaikan Sekretaris MUI Sumut Prof Dr H Hasan Bakti Nasution MA dan Ketua MUI Medan Prof Dr HM Hatta MA ketika dihubungi Analisa secara terpisah Jumat (9/5).
Menurut Hasan Bakti, umat maupun masyarakat mestinya tidak mengkaitkan pesan singkat tersebut, dengan persoalan akidah maupun kepercayaan dan keyakinan terhadap sesuatu yang ghaib dan menjadi hak mutlak Allah.
Iman dan keyakinan kita kepada Allah-lah yang harus lebih dipertebal dan diperkuat, sehingga kita akan menganggap SMS merah atau “pesan setan” itu tidak ada dan tidak perlu diperhatikan sama sekali.
Seperti diketahui sebelumnya, sebagian masyarakat merasa resah dan khawatir dengan kehadiran pesan singkat dari pengirim dengan nomor kode 0866 dan 0666, karena kalau dibuka bisa menimbulkan kematian maupun sakit.
Jelas informasi ini menyesatkan dan tidak boleh dipercayai umat karena mendangkalkan akidah kepada Allah, tegas Hasan Bakti
Memang, ungkapnya, gelombang elektro magnetik dari telepon seluler maupun perangkat elektronik lainnya, bisa memberikan pengaruh kepada kesehatan manusia. Dan hal itu merupakan sesuatu yang tidak mungkin dihindari dari kemajuan teknologi yang berkembang sangat pesat saat ini.
“Tapi harus diingat pula bahwa, pengaruh yang ditimbulkannya tidak terjadi secara serta merta, melainkan secara berangsur-angsur dalam waktu yang sulit ditentukan di masa datang,” katanya.
Oleh sebab itu, diharapkan kepada umat Islam dan masyarakat untuk tidak perlu terpengaruh, karena ada kesan SMS ini hanya menjadi salah satu cara propaganda kelompok tertentu untuk satu tujuan ataupun untuk memperoleh keuntungan pribadi yang lebih besar.
Bisa saja hal seperti ini dicuatkan karena menjelang pelaksanaan pemilu presiden atau mungkin karena rencana pemerintah untuk menaikan harga BBM. Oleh sebab itu lebih baik diabaikan saja, terangnya.
Lebih lanjut Prof HM Hatta meminta kepada petugas kepolisian untuk segera mengusut tuntas oknum yang menimbulkan keresahan di tengah masyarakat ini.
Apalagi, ungkap Guru Besar IAIN SU ini, nomor pengirim adalah angka khusus, sehingga diyakini petugas berwajib dapat segera membongkar kasus ini. (hen/maf/rmd)


Salam Kenal…..
hidup Ngeblog…….
http://ateonsoft.wordpress.com/